Rabu, 02 September 2020

Yuk Cari Tahu Prosedur Tindakan Medis Skrining TBC melalui SehatQ.com


Yuk Cari Tahu Prosedur Tindakan Medis Skrining TBC melalui SehatQ.com

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dengan sasaran utama paru paru. Akan tetapi, bakteri TBC menyerang organ lain seperti otak, ginjal, atau tulang belakang. TBC memiliki beberapa gejala aktif yang dapat diamati selama kurang lebih tiga minggu. Jika pasien penderita TBC tidak segera ditangani akan berakibat fatal. Seperti yang dipaparkan pada laman SehatQ.com, anda harus menjalani proses skrining TBC. Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Skrining TBC

Memastikan seseorang terinfeksi bakteri TBC sejak dini memang sangat penting agar segera diketahui langkah tepat untuk mengobatinya. Hal tersebut sangat penting karena TBC terdiri atas dua jenis. Pertama, TBC laten yang tidak terlihat jelas gejala gejalanya sehingga sulit untuk dideteksi. Kedua, TBC aktif menunjukkan gejala dan berpotensi menularkannya pada orang lain. TBC laten sangat berpotensi menjadi TBC aktif, jika tidak segera ditangani.

TBC aktif ditandai dengan gejala utama batuk kronis selama tiga minggu. TBC aktif harus segera mendapat penanganan yang tepat, jika tidak dapat menimbulkan komplikasi bahkan berakibat kematian. Anak anak dan orang dewasa memiliki prosedur tindakan medis yang berbeda. Pada anak anak, skrining TBC dilakukan tes mantoux. Sedangkan orang dewasa harus menjalani tes dahak dan rontgen dada seperti yang tertulis di SehatQ.com.

Gejala TBC Aktif yang Muncul

Pasien yang harus menjalani skrining TBC adalah seseorang yang berada dalam kondisi tertentu. Pertama, tenaga medis yang kontak langsung penderita TBC. Kedua seseorang yang tinggal atau bekerja di daerah yang terpapar TBC. Ketiga, seseorang yang terpapar TBC aktif. Keempat saat berada dalam kondisi medis yang dapat mengganggu sistem imun. Kelima seseorang yang punya riwayat mengkonsumsi obat terlarang. Kelima tanda tersebut berpotensi menyebabkan TBC.

Tidak hanya itu, seseorang yang memiliki gejala aktif TBC juga harus segera menjalani skrining TBC. Gejala yang sering muncul, yaitu pertama batuk kronis selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu hingga mengeluarkan darah. Gejala TBC aktif menurut laman SehatQ, seseorang akan nyeri dada, demam, dan mudah lelah. Jika orang yang berada di dekat anda berkeringat di malam hari dan berat badan turun drastis tanpa sebab yang pasti juga patut diwaspadai.

Prosedur Skrining TBC

Skrining untuk TBC terdri atas dua jenis, yaitu untuk anak anak dan orang dewasa. Keduanya memiliki prosedur yang berbeda. Pada anak anak dinamakan tes mantoux dengan cara pertama menyuntikkan zat tuberkulin di bagian lengan. Setelah itu, reaksi akan diamati pada 24 sampai 72 jam setelah penyuntikkan. Jika tubuh pasien timbul reaksi, berarti pasien tersebut terinfeksi bakteri TBC. Jika tes tidak ada reaksi, perlu dilakukan 3 kali untuk memastikan hasilnya negatif.

Pada orang dewasa dilakukan tes dahak dan rontgen dada. Biasanya tes ini dilakukan pagi hari dengan prosedur menurut laman SehatQ, pasien harus banyak konsumsi air putih agar dahak mudah keluar. Tes kedua rontgen dada yang mengharuskan pasien berada tepat di plat sinar X agar dapat memperoleh gambar yang tepat. Pasien juga dilarang untuk bergerak agar kualitas foto bagus. Proses untuk rontgen dada berlangsung 10 sampai 15 menit.

Terpapar orang yang terinfeksi bakteri TBC memang harus diwaspadai dan harus segera dapat penanganan yang tepat. Orang yang memiliki sistem imun baik, terkadang tidak memunculkan gejala aktifnya sehingga sulit dideteksi. Oleh karena itu, jika merasa telah berinteraksi dengan pasien TBC harus segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan skrining TBC untuk mencegah penularan dan penyakit semakin memburuk. 


0 komentar:

Posting Komentar